Workshop Kepemimpinan Kepala SMA Kabupaten Gowa dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Sekolah

Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM pada hari rabu 16 September 2020 menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk workshop kepemimpinan Kepala SMA Kabupaten Gowa terkait Pencegahan dan Penanganan Perundungan di Sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA 1 Sungguminasa, dan terlaksana melalui program kemitraan antara Jurusan AP FIP UNM dengan Musyawarah Kerja Kepapa Sekolah (MKKS) jenjang SMA Kabupaten Gowa.

Menurut Faridah Ohan, Ketua Jurusan AP FIP UNM, workshop mengenai pencegahan dan perundungan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah jenjang SMA di Kabupaten Gowa dalam merespon perilaku kekerasan yang terjadi sekolah. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonsia (KPAI), 50% anak melaporkan megalami perundungan (bullying) di sekolah. Survei yang dilakukan dilakukan oleh Internationa Center for Research on Woman (ICRW) juga menemukan bahwa 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Menurutnya. tingginya angka kekerasan di sekolah dan adanya tren peningkatan yang terjadi perlu direspon secara serius oleh sekolah bekerja sama dengan pemerhati dan praktisi di bidang pendidikan lainnya.

Dalam kegiatan ini, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM menurunkan 2 dosen pendamping, yaitu ibu Faridah Ohan dan Ibu Ratmawati. Tujuan dari workshop ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Kepala SMA di Kabupaten Gowa mengenai perundungan dan bahaya yang ditimbulkan jika tidak direspon oleh kepala sekolah dan warga sekolah lainnya. Materi yang diberikan secara umum megenai pemahaman apa itu perundungan, jenis-jenisnya, dan bagaimana merespon perundungan jika terjadi di sekolah. Menurut Ketua MKKS jenjang SMA Kabupaten Gowa, Drs. Muh. Arsyad, M.Pd, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kepala sekolah, dan membantu mereka untuk meingkatkan pengetahuan dan wawasan mereka mengenai bahaya kekerasan, terutama bullying di sekolah. Kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada kepala sekolah bagaimana cara mencegah dan menangani perundungan di sekolah.